Minggu, 23 Juni 2013

First Love :)

Pernah merasakan yang namanya Cinta Pertama? So pasti dong yah. Di dunia ini selalu ada yang namanya Pertama, dan juga yang Terakhir. Sebenarnya aku hanya mau berbagi sedikit kisahku aja di sini, sekedar curhat. :)
Menurut kalian Cinta Pertama itu apasih? Cinta bohong-bohongan kah? Atau CiMon? hmm... Kalo menurut aku sih, Cinta Pertama itu, perasaan dimana seseorang menyadari bahwa hatinya itu tidak bebas lagi untuk pertama kalinya. Tidak bebas yang aku maksud disini bukan bermakna negatif yah. Tidak bebas untuk mencintai atau menyayangi orang lain, karena kamu telah menemukan tambatan hati yang kamu rasakan untuk pertama kalinya. Perasaan yang dimana untuk pertama kalinya mengajari kamu untuk mencintai orang lain selain orang tua, saudara, bahkan diri kamu sendiri.
Itu sedikit makna Cinta Pertama dariku. Namun disini aku bukan menulis untuk memaparkan makna cinta pertama itu sendiri. Aku ingin menanyakan, apakah kamu-kamu pernah bertemu kembali dengan sang Cinta Pertama kamu itu setelah bertahun-tahun tidak pernah bertemu, tidak pernah berhubungan? Dan apakah perasaan Cinta mu yang telah bertahun-tahun terkubur itu bisa bangkit lagi dari kuburannya dan meluap keluar dan kamu hampir tak sanggup lagi untuk membendungnya? Apakah yang akan kamu lakukan saat pertama kali lagi bertemu dengan nya setelah lama tak bertemu lagi?
So pasti kamu akan merasakan perasaan yang meletup-letup bagaikan a firework saat tahun baru. yah kan? Yah seperti yang aku rasakan juga pada saat aku bertemu lagi dengannya pertama kali lagi. Senang! Seperti melihat sinar mentari nan cerah pagi hari. Seperti saat memakan Ice cream coklat yang ternikmat di seluruh dunia :)
Namun pernah kah kamu merasakan saat kamu menghirup oksigen yang paling bersih dan pada saat itu juga kamu menghirup dan memasukan karbondiaoksida ke dalam paru-paru mu. Rasa sesak, sakit, dan perih :( Pada saat kamu merasakan lentera kebahagian di kegelapan kesedihanmu pada saat itu juga kamu dijatuhkan ke juarang kesesakan yang paling dalam.
Saat kamu berpikir ada harapan baru yang di tuangkan ke hatimu pada saat itu juga harapan itu musnah. Kamu berpikir kamu bisa dekat, bahkan lebih dekat lagi dengannya jauh lebih intim dari pertama kali kamu mengenalnya dulu, pada saat itu juga kamu mengetahui dia mencintai orang lain. Apakah yang akan kamu lakukan? Bingung? Pasti. Kecewa? Pasti. Sedih dan Sakit? Pasti! Namun bagaimanapun kamu tak akan bisa berbuat apapun. Hanya dapat berpasrah. Yah hanya itu yang dapat kita lakukan. :(

Rabu, 12 Juni 2013

My Ambition

I wanna tell you about something which sprag in my heart. Something about my dream, my ambition, my life, my aspiration.
I wanna be a Doctor, but why it's so difficult? I had had a promise in my self, I must be a Doctor in order to make my mom happy. And until now I still want it. Maybe I'm arrogant, but I cant deceive my self, I really really wanna be a Doctor. I just can surrender all of thing to my God. I just hope it can be realized so that I can make my Mom smile because me. :)
My exam only five days again, I was very nervous. Oh God, I only can ask for strength, success, and peace. God please accompany me :)

Senin, 29 April 2013

Curhatan Hati part 1

Jujur sebenarnya aku juga bingung mau nulis apaan di sini, udah kehabisan kata kata. emm... mungkin aku akan nulis pengalaman, atau lebih tepatnya masalah pribadi ku di sini lah yah, ini kan udah seperti diary elektrik buat aku. :) kita mulai aja yah, sesi curhatannya.
Aku di sini gak akan menceritakan malasah percintaan, kasih sayang, atau apalah, aku di sini ingin menceritakan tentang sahabat, eh maksudku temen, eh salah, mantan sahabat, atau mantan temen, ah atau apalah itu gak penting, aku hanya ingin menceritakan tentang dia disini.
Aku gak akan menyebutkan namanya secara langsung, inisial aja kali yah, inisialnya MR. Dulu tuh dia temen 1 kelas ku sewaktu SMA, *sebernarnya sih bisa dibilang aku ini masih SMA, karena belum menerima pengumuman kelulusan dari Kepsek* oh ok balik lagi ke MR, dia tuh, yah sempatlah jadi cowok yang aku kagumin, *eh, kagum belum berarti cintakan, cewek" 1 kelas ku juga banyak yang kagum ama dia kok, bukan cuma aku* , dia bisa dibilang lumayanlah diatas rata rata cowok standart, dia juga pintar, eh salah, super duper pintar kali yah, dia juga cool *awal jumpa*.
Selama aku kenal ama dia, dia tuh orangnya baik sih, tapi kadang nyebelin juga sih. Kadang bisa baik banget, tapi dalam waktu 2 detik doang, bisa berubah jutek banget kayak monster. -_- gue juga bingung, apa dia punya kepribadian ganda yah? entahlah. 
Tapi akhir akhir ini dia membuat lautan api emosi ku yang selama ini terendam es kutub utara meluap, dan dia membangunkan Naga emosi yang bisa menyemburkan api kemarahannya. Dia sudah benar benar membuatku jengkel, marah, emosi, meledak. 
Yah yah aku itu salah ku, aku sering banget ngeupdate status di Facebook, and di group kelas kami yang ada di Facebook, and membuat banyak banget notif. Aku tau aku salah, gak bisa memberikan ketenangan buat temen" ku di Facebook. Tapi aku begitukan karena aku punya masalah dirumah, yang gak mungkin aku ceritakan pada orang lain, termasuk sahabat ku sendiri, mereka gak akan mengerti, and gak akan pernah bisa mengerti situasi yang aku alami, aku depresi, aku terpukul, aku drop, down, aku nyaris kehilangan kendali otak ku sendiri, maka dari itu aku melampiaskannya ke group kelas kami yang ada di Facebook, aku ingin ada orang yang bisa menghibur aku, ngajak aku chatting di Facebook, agar aku bisa sejenak saja melupakan masalahku, hanya sejenak, aku hanya butuh teman, aku hanya perlu and butuh diperhatikan, itu aja. Aku gak tau harus curhat ke siapa lagi, aku selalu merasa sendiri, di tengah" keramaian pun aku merasa sendiri, aku muak memendam masalah ku sendiri, tapi aku gak punya tempat untuk meluapkan semuanya.
Tapi hanya karena si MR itu melihat hanya dari 1 titik doang, yaitu dari sudut pandangnya dia, tanpa bisa, tanpa tau apa yang aku rasain, dia langsung ngejudge aku. Dia langsung seolah olah mengolok aku dari kata katanya yang skeptis, dingin, and menusuk. Dia menyudutkan aku, di depan semua temen" 1 kelas ku. Semua ketidaknyamanan itu dilimpahkan ke aku. Tapi apakah dia tau, apakah dia bisa mengerti apa yang aku rasakan? Gak! Dia gak akan pernah tau, karena apa? Karena dia gak pernah rasain apa yang aku rasain saat ini, aku hampir Gila! Gak tau mau apa lagi, merasa kehilangan, tapi gak ada yang hilang, aku merasa tersakiti, tapi gak ada yang menyakiti, ingin marah, gak tau mau pada siapa, ingin teriak, ingin menangis, ingin tertawa, sulit di ungkapin dengan kata kata, tapi dia hanya bisa menyalahkanku tanpa menanya baik baik, kenapa aku bisa seperti itu.
Tapi sudahlah, nasi telah jadi bubur yang di jual Tukang Bubur Naik Haji. Gak selamanya temen harus jadi temenkan? Buktinya kami. Heranlah, udah pisah gini, masih aja musuhan. -_- Tapi yah sudahlah, biarlah waktu yang akan menjawab kelanjutannya :) Berserah pada Tuhan aja deh, Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, kalo gak ada juga jalan keluarnya, yah loncatin aja :) 
Sekian curhatan aku untuk malam kelabu ini :)

Senin, 31 Desember 2012

Cerita di Malam Tahun Baru

Detik tlah berlalu, Menit juga tlah berubah, Jam, hari, bulan, dan sekarang tahun pun berganti. Setiap kali ku bernapas, setiap kali ku menatap langit, setiap kali jantungku berdetak semuanya masih berdosa, setiap darah yang mengalir dalam tubuhku masih menyimpan dendam di dalam setiap sel keping darahku.
Dendam yang mulai dari aku kecil sampai aku tlah dewasa sekarang. Dendam yang tlah berubah dari benih kecil kini tlah menjadi seluas semesta jagad raya yang melubangi hati ku. Dendam yang ku pendam mulai aku kecil. Kenangan gelap yang selalu menghantui tiap tidur lelap ku di malam hari. Dendam ku pada saudaraku, abang ku.
Setiap kali aku ingin memusnakan sarang dendam ku ini sampai ke akar, di saat itu juga lubangnya makin menganga di dalam hati ku. Aku putus asa, sampai akhirnya aku memutuskan untuk tetap memeliharanya berada di dalam situ.
Tiap tahun berganti aku masih tetap seperti itu. Dapat di bilang aku takut untuk gagal, maka dari itu aku terobsesi untuk bisa maju, maju, dan maju tanpa memperdulikan masa lalu ku yang kelam. Namun sampailah aku pada titik gelap yang tanpa tahu arah, aku berhenti dipersimpangan hidupku, aku ingin maju tapi takut gagal, akhirnya aku memilih mundur kembali ke masa lalu yang kelam yang masih menyimpan seonggok dendam yang membara.
Aku ingin meredam amarahku, aku ingin melupakannya. Namun sekali lagi ku katakan aku tak ingin gagal, aku tak ingin menjadi perempuan cengeng lagi, hati yang selama ini ku bangun yang ku ciptakan sendiri adalah hati yang dingin, tanpa rasa, MATI. Jika aku berani untuk membongkar benteng pertahananku itu hanya untuk melupakan dan memaafkan semuanya, aku takut akan terpuruk lagi, aku takut jatuh lagi, aku takut gagal.
Sampai aku menginjak umur 17 tahun ku yang berarti bagi ku, pertanyaannya: apakah yang akan ku lakukan di umur ku ke 17? Maju terus tanpa memperdulikan luka lama ku yang mungkin sudah bernanah tanpa menyembuhkannya, atau kembali ke masa lalu untuk sementara agar dapat menutup rapat luka itu? Bingung, ragu hanya itu yang aku rasakan.
Sampai akhirnya di malam tahun baru dari tahun 2012 menuju tahun 2013 ini aku mulai berpikir, apakah yang akan kulakukan ditahun 2013, 2014, 2015 dan seterusnya? Apakah hanya memikirkan kesuksesanku sendiri tanpa memikirkan hubungan persaudaraanku yang jelas jelas tlah lama rusak? Apakah hanya memikirkan bagaimana cara agar bisa ke New York City berkat kesuksesanku? Apakah hanya memikirkan kebahagiaan mamakku, aku, dan adik angkat ku sendiri, tanpa memperdulikan hubungan ku dengan saudara kandungku, abangku sendiri?
Sampai satu message , hanya satu message, yang masuk ke handphone ku tepat pukul 01.00. Message from my brother. Hanya dengan kalimat yang simple, dia meminta maaf atas semuanya, atas apa yang telah dilakukannya terhadap keluargaku ini hingga bisa terpuruk begini, hanya dengan kalimat 'For my sister: >Lisan kadang tak terjaga >Janji kadang terabaikan >Hati kadang berprasangka >Sikap kadang menyakitkan. Harapan menjadi indah jika selalu ada maaf diantara kita. Untuk merayakan hari yang indah ini marilah kita saling memaafkan. "HAPPY NEW YEAR 2013" from: your brother' Hanya dengan kalimat ini, hanya dengan ini dapat mematahkan dendam ku yang selama 8 tahun ku pendam sejak kematian papaku. Dan sekarang aku tersedar kesalahan ku lah yang paling besar, dengan aku menyimpan dendam yang selama 8 tahun ku pendam kepada saudaraku sendiri, aku telah membunuh keluargaku sendiri. Maka aku sudah tahu langkah apakah yang akan ku lakukan di 2013 ini, tahun yang baru ini aku ingin memaafkan, mengikhlaskan, dan melupakan semua kesalahan abangku kepada ku dan kepada mamakku, aku ingin memulain hidup baru tanpa dendam, berawal dari situlah aku akan dan pasti beroleh kesuksesan yang ku inginkan. Thanks God, You give me a way to forgive my brother, and please don't let me down to the mortal sin, Lead me to live my life, clasp my hands and never release, because only You, just with You, I can see my future, and I can face the world, only trust You, I can achieve my success. Because you are my shepherd :) I Love God , Past, Present, and Forever :)

Sabtu, 15 Desember 2012

I Love Harry Edward Styles :)

I confused. What should I write on my blog now? I just wanna tell you about my favorite singer. He's Harry Edward Styles. I very very love him. His face, his voice, his smile can making me melted. Oh My God. I speechless. I love Harry so much :)
This is His pictures :

Ohhhh... his lips :)

Oh My God... He's very sexy!

Ohh Harry, you're so cute :)

He's very cool <3

This is his boyband. ONE DIRCTION :)


This is his Twitter : https://twitter.com/Harry_Styles

I LOVE HARRY STYLES <3 :)




Jumat, 07 Desember 2012

Just takes sacrifice

Pengorbanan. Pengorbanan sangat dibutuh untuk mendapatkan sesuatu. Jika ingin mendapatkan sesuatu yang bersifat abadi, harus rela berkorban.
Berkorban bukan hanya untuk memperjuangkan cinta. Tapi pengorbanan juga dibutuhkan untuk memperjuangkan harapan, keinginan, dan cita-cita.
Hidup tanpa pengorbanan itu hambar. Bagaikan masakan tanpa garam. Hidup harus disertai pengorbanan. Pengorbanan waktu, pengorbanan kesenangan duniawi, pengorbanan sesuatu yang dianggap penting.
Itu pulalah yang harus aku hadapi. Sama seperti halayak yang lain, demi mencapai sesuatu yang diinginkan dengan positive, harus berkorban.
Seribu jalan menuju Roma. Beribu-ribu jalan menuju kesuksesan. Namun bedanya denganku, beribu-ribu cobaan yang akan menghadang. Dan jika aku tidak mengorbankan sesuatu yang bersifat negative didiriku, maka masa depanku akan hitam.
Hanya di perlukan pengorbanan. Just takes sacrifice

Senin, 03 Desember 2012

Hadir dengan Frekuensi yang Lebih Besar

Yang dapat mempertahankan suatu kerajaan adalah benteng pertahannya. Benteng pertahan bukan hanya berupa bangunan, namun juga para prajurit.
Dalam kerajaan percintaan ada juga benteng pertahanan. Benteng pertahanan yang ku gunakan saat ini bukan untuk mempertahankan cintaku, namun untuk mempertahankan aku bisa melupakannya. Mempertahankan untuk tak memikirkannya setiap saat, setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap aku bernapas. Mempertahankan untuk tak mengucapkan namanya dalam hatiku, dalam otakku, dalam keseharianku. Mempertahankan untuk tak mengingat wajahnya, tingkahnya, perkataannya, suaranya setiap kali aku berdiam diri. Mempertahankan untuk tak menyayangi dia disetiap denyut nadiku. Mempertahankan untuk mengubur perasaanku, hatiku, dan cintaku padanya.
Namun apa jadinya jika benteng pertahanan kerajaan percintaanku hancur? Yah, dia memang benar-benar hancur. Benteng pertahananku yang telah aku bangun dengan susah payah, dengan air mata, dengan darah selama 1tahun ini harus hancur seketika saat dia mulai terlihat dan masuk lagi ke kehidupanku. Semua perasaanku, semua hatiku, semua rasa sayangku, semua rasa cinta mengalir dengan deras di nadiku. Mengalir dari kepala hingga ujung kaki. Menyatu dan membengkak dihatiku. Tanpa bisa ku cegah lagi, perasaan itu muncul lagi. Muncul dengan bentuk yang baru. Muncul dengan frekuensi lebih besar tanpa bisa aku cegah meskipun aku tahu, aku takkan bisa memilikinya lagi.