Man proposes, God disposes. Nothing is impossible. Pray, try, and must be confident, so you will be adult. From nothing to be something. Be a confident person. :)
Kamis, 21 Agustus 2014
Sifat Natural
Aku berpikir bahwa hidupku akan membaik. Jauh lebih baik dari sebelumnya. Sedikit lagi lebih dekat, lebih dekat lagi dengan impianku, cita-citaku.
Masuk ke fakultas yang aku idamkan sejak kecil sebuah anugerah besar. Namun seperti kata pepatah, hidup tanpa masalah bagaikan sayur tanpa garam.
Kini aku mulai tau bagaimana yang namanya masalah.
Mungkin semenjak aku dalam kandungan mamaku aku sudah menjadi masalah. Masalah yang bisa saja membahayakan hidup mamaku. Tapi pepatah kashi ibu sepanjang masa itubenar. Meskipun saat mengandung aku hidupnya akan terancam karena tumornya tapi Ia tetap mempertahanku. Mulai dari kejadian itu pun aku sudah menyadari hidupku tidak aka pernah berjalan mulus. Masalah, masalah dan masalah akan selalu datang silih berganti bahkan terkesan tumpang tindih.
Baru-baru ini aku mendapat masalah. Bukan dengan pacar, karena jujur saja sudah hampir 3 tahun jomblo. Bukan juga tentang PDKT-an, karena jujur saja tidak ada 1cowok pun yang mendekatiku.
Teman. Ini masalah tentang aku dan teman dekatku di kampus. Berawal entah dari mana, mungkin sudah terlalu banyak kejadian bahkan masalah yang sudah aku lakukan. Dia semakin hari semakin menjauhi, semakin mengabaikanku. Aku bertanya padanya, awalnyadia mengatakan tidak apa-apa. Aku mulai menjalani hidup sendiri tanpa teman dekat di kampus. Semakin hari semakin menyiksaku. Aku memberanikan diri kembali untuk menanyakannya, namun aku mendapatkan informasi dari teman yang baru-baru ini dekat dengannya, sebut saja T. T mengatakan teman dekatku menjauhiku karena keras kepalaku. Dari dulu sifat naturalku itulah yang sulit aku ubah. Berulang kali aku putus dan pacaran lagi hanya karena sifat ku ini. Tidak ada hubungan yang kujalani betahan lebih dari 1bulan.
Aku sudah berusah, sangat berusaha mengubahnya. Karena aku tidak ingin kejadian itu terlulang lagi.
Namun saat aku masih belajar untuk mengubahnya dan memperbaiki semuanya, teman dekatku ini sudah mulai muak dengan sifat naturalku ini. Dia pun mulai mengambil tindakan untuk menjauhiku. Dan bodohnya aku baru menyadarinya saat semuanya rusak. Menyesal? Tidak. Kecewa? Iya. Aku kecewa bukan dengam teman dekatku, bukan juga dengan si T. Aku kecewa dengan diriku sendiri.
Kenapa disaat teman dekatku memberikanku kesempatan untuk mengubah sifat naturalku, aku malah lengah. Tidak sungguh-sungguh.
Aku kecewa, kenapa selama bertahun-tahun sifat inu masih saja melekat erat dengan diriku.
Seseorang mengatakan padaku, jika ingin semuanha berjalan baik-baik saja, ubah dulu yang buruk.
Sudah. Aku sudah berusaha. Aku sudah belajar untuk merubahnya. Mungkin belum sempurna. Namun aku ingin bertanya, apakah didunia ini ada yang sempurna? Apakah ada yang dapat merubah sifat naturalnya 100%? Mengubah 100% sifat natural seseorang itu sama saja seperti memaksa ikan untuk hidup di darat. Tidak ada seorang pun yang dapar mengubah 100% sifat natural orang lain. Namun hanya dapat memperbaiki dan menempatkannya di tempat dan waktu yang pas. Mungkin hal memperbaiki inilah yang belum dapat aku lakukan untuk diriku sendiri agar tidak menyakiti yang lain.
Tapi bukankah di dalam pertemanan yang sehat, bukan harus menuntut kesempurnaan perubahan sifat natural seseorang yang buruk untuk menjadi 100% baik, namun pertemanan itulah yang dapat membuat ketidaksempurnaan bahkan keburukan itu menjadi 100% lebih baik lagi karena dapat menerima dan memahami satu sama lain.
Jika kita masih terus berlari dan mencari teman yang sempurna dan 100% baik seturut kehendak kita, itu tidak akan pernah terjadi. Sampai kapan lari terus? Tidakkah kau akan lelah?
Meskipun memang sifat naturalku ini sangat sulit ku ubah, tapi aku percaya suatu saat nanti ada seorang teman yang dapat menerimanya dan dia yang membuat keburukkanku ini menjadi 100% baik dalam pertemanan kami.
Selama dunia masih berputar, tidak akan ada yang sempurna seturut kehendak kita. Karena setiap manusia memiliki tingkat kesempurnaan masing-masing.
Sekian dari Tinneke. Selamat malam.
Masuk ke fakultas yang aku idamkan sejak kecil sebuah anugerah besar. Namun seperti kata pepatah, hidup tanpa masalah bagaikan sayur tanpa garam.
Kini aku mulai tau bagaimana yang namanya masalah.
Mungkin semenjak aku dalam kandungan mamaku aku sudah menjadi masalah. Masalah yang bisa saja membahayakan hidup mamaku. Tapi pepatah kashi ibu sepanjang masa itubenar. Meskipun saat mengandung aku hidupnya akan terancam karena tumornya tapi Ia tetap mempertahanku. Mulai dari kejadian itu pun aku sudah menyadari hidupku tidak aka pernah berjalan mulus. Masalah, masalah dan masalah akan selalu datang silih berganti bahkan terkesan tumpang tindih.
Baru-baru ini aku mendapat masalah. Bukan dengan pacar, karena jujur saja sudah hampir 3 tahun jomblo. Bukan juga tentang PDKT-an, karena jujur saja tidak ada 1cowok pun yang mendekatiku.
Teman. Ini masalah tentang aku dan teman dekatku di kampus. Berawal entah dari mana, mungkin sudah terlalu banyak kejadian bahkan masalah yang sudah aku lakukan. Dia semakin hari semakin menjauhi, semakin mengabaikanku. Aku bertanya padanya, awalnyadia mengatakan tidak apa-apa. Aku mulai menjalani hidup sendiri tanpa teman dekat di kampus. Semakin hari semakin menyiksaku. Aku memberanikan diri kembali untuk menanyakannya, namun aku mendapatkan informasi dari teman yang baru-baru ini dekat dengannya, sebut saja T. T mengatakan teman dekatku menjauhiku karena keras kepalaku. Dari dulu sifat naturalku itulah yang sulit aku ubah. Berulang kali aku putus dan pacaran lagi hanya karena sifat ku ini. Tidak ada hubungan yang kujalani betahan lebih dari 1bulan.
Aku sudah berusah, sangat berusaha mengubahnya. Karena aku tidak ingin kejadian itu terlulang lagi.
Namun saat aku masih belajar untuk mengubahnya dan memperbaiki semuanya, teman dekatku ini sudah mulai muak dengan sifat naturalku ini. Dia pun mulai mengambil tindakan untuk menjauhiku. Dan bodohnya aku baru menyadarinya saat semuanya rusak. Menyesal? Tidak. Kecewa? Iya. Aku kecewa bukan dengam teman dekatku, bukan juga dengan si T. Aku kecewa dengan diriku sendiri.
Kenapa disaat teman dekatku memberikanku kesempatan untuk mengubah sifat naturalku, aku malah lengah. Tidak sungguh-sungguh.
Aku kecewa, kenapa selama bertahun-tahun sifat inu masih saja melekat erat dengan diriku.
Seseorang mengatakan padaku, jika ingin semuanha berjalan baik-baik saja, ubah dulu yang buruk.
Sudah. Aku sudah berusaha. Aku sudah belajar untuk merubahnya. Mungkin belum sempurna. Namun aku ingin bertanya, apakah didunia ini ada yang sempurna? Apakah ada yang dapat merubah sifat naturalnya 100%? Mengubah 100% sifat natural seseorang itu sama saja seperti memaksa ikan untuk hidup di darat. Tidak ada seorang pun yang dapar mengubah 100% sifat natural orang lain. Namun hanya dapat memperbaiki dan menempatkannya di tempat dan waktu yang pas. Mungkin hal memperbaiki inilah yang belum dapat aku lakukan untuk diriku sendiri agar tidak menyakiti yang lain.
Tapi bukankah di dalam pertemanan yang sehat, bukan harus menuntut kesempurnaan perubahan sifat natural seseorang yang buruk untuk menjadi 100% baik, namun pertemanan itulah yang dapat membuat ketidaksempurnaan bahkan keburukan itu menjadi 100% lebih baik lagi karena dapat menerima dan memahami satu sama lain.
Jika kita masih terus berlari dan mencari teman yang sempurna dan 100% baik seturut kehendak kita, itu tidak akan pernah terjadi. Sampai kapan lari terus? Tidakkah kau akan lelah?
Meskipun memang sifat naturalku ini sangat sulit ku ubah, tapi aku percaya suatu saat nanti ada seorang teman yang dapat menerimanya dan dia yang membuat keburukkanku ini menjadi 100% baik dalam pertemanan kami.
Selama dunia masih berputar, tidak akan ada yang sempurna seturut kehendak kita. Karena setiap manusia memiliki tingkat kesempurnaan masing-masing.
Sekian dari Tinneke. Selamat malam.
Rabu, 29 Januari 2014
Devil or Angel?
Menatap masa depan
Menatap impian
Menatap tujuan
Menatap ambisi
Dan mulai untuk memantapkannya
Sulit, sakit, capek, letih
Lelah, ingin menyerah
Jatuh, dan berusaha bangkit
Usaha yang sangat berat
Namun saat semuanya tercapai
Terbang
Melayang
Bangga
Tersenyum
Namun ketika kita melakukannya hanya demi orang lain
Orang yang kita jadikan motivasi
Orang yang kita jadikan tujuan
Orang yang kita jadikan impian
Dan berubah hanya untuk dia
Ketika ia tak menginginkan kita
Kita kembali ke sisi SETAN dalam diri kita
Lagi!
Hilang arah
Hilang tujuan
Hilang motivasi
Hilang semangat
Hilang resolusi
Hilang!
Kita kembali terdiam
Merenung
Mulai menyalahkan dia dan dirinya
Mulai memaki mereka
Mulai menyumpah serapahi mereka
Dan mulai membenci diri kita sendiri!
Sisi Devil or Angel kah kita ini?
Bahkan untuk mengenali diri kita siapa, kita pun tak bisa
Bagaikan Devil namun ada sisi Angel
Bagaikan Angel namun ada amarah!
Harus bagaimanakah kita?
Harus bagaimanakah aku?
Memilih untuk stuck antara Devil or Angel
Atau memilih kembali ke sisi lama sebagai Devil
Atau memilih bangkit dan berjuang sebagai Angel?
Aku mau jadi sisi Angel!
Tapi bagaimana caranya?
Entahlah !
Yang jelas aku hanya ingin membenahi hati
Membenahi pikiran
Ketika Pikiran dan Hati telah aku benahi
Dan persatukan
Maka takkan ada lagi Devil dalam diriku
Hanya Angel :)
Menatap impian
Menatap tujuan
Menatap ambisi
Dan mulai untuk memantapkannya
Sulit, sakit, capek, letih
Lelah, ingin menyerah
Jatuh, dan berusaha bangkit
Usaha yang sangat berat
Namun saat semuanya tercapai
Terbang
Melayang
Bangga
Tersenyum
Namun ketika kita melakukannya hanya demi orang lain
Orang yang kita jadikan motivasi
Orang yang kita jadikan tujuan
Orang yang kita jadikan impian
Dan berubah hanya untuk dia
Ketika ia tak menginginkan kita
Kita kembali ke sisi SETAN dalam diri kita
Lagi!
Hilang arah
Hilang tujuan
Hilang motivasi
Hilang semangat
Hilang resolusi
Hilang!
Kita kembali terdiam
Merenung
Mulai menyalahkan dia dan dirinya
Mulai memaki mereka
Mulai menyumpah serapahi mereka
Dan mulai membenci diri kita sendiri!
Sisi Devil or Angel kah kita ini?
Bahkan untuk mengenali diri kita siapa, kita pun tak bisa
Bagaikan Devil namun ada sisi Angel
Bagaikan Angel namun ada amarah!
Harus bagaimanakah kita?
Harus bagaimanakah aku?
Memilih untuk stuck antara Devil or Angel
Atau memilih kembali ke sisi lama sebagai Devil
Atau memilih bangkit dan berjuang sebagai Angel?
Aku mau jadi sisi Angel!
Tapi bagaimana caranya?
Entahlah !
Yang jelas aku hanya ingin membenahi hati
Membenahi pikiran
Ketika Pikiran dan Hati telah aku benahi
Dan persatukan
Maka takkan ada lagi Devil dalam diriku
Hanya Angel :)
Minggu, 13 Oktober 2013
1reason
Masalah? Aku pernah baca buku, dibuku itu ditulis begini "HIDUP TANPA MASALAH SAMA HALNYA DENGAN SAYUR TANPA GARAM". Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga pepatah itu. Kalau hidup lurus-lurus aja, bosan juga, ya kan?
Hemmm... tapi bagaimana kalau dalam hidup kamu itu perbandingan masalah dengan kebahagiaan 10:1? Ada 10 masalah yang susah banget kamu selesaiin, tapi cuma ada 1 masalah yang bisa kamu selesaiin. Nyesek banget kan? Bagaikan jatuh tertimpa tangga pula.
Masalah? Kata itu sepertinya sudah melekat banget dalam kehidupan aku. Yah, meskipun aku tau bukan cuma aku satu-satunya orang yang punya masalah di dunia ini. Tapi giniloh, kalau 1 atau 2 masalah it dosen't matter. But, ini belum selesai masalah yang satu, sudah datang 2 masalah baru. Gak selesai-selesai gitu. Capek kan?
Yah, ok lah, semua orang pasti bilang "BERDOALAH, MINTALAH PADA TUHAN, PASTI ADA JALAN KELUARNYA. BERSABARLAH!" kalimat-kalimat itu saja yang aku terima setiap kali aku curhat kepada sahabat-sahabat dan orang-orang terdekatku. Aku pun tau itu caranya agar aku bisa tenang secara teorinya kan? Secara psikisnya? Who knows?
Aku terkadang berpikir, "KALAU KETEMU ALMARHUM BAPAKKU ENAK KALI YAH?" , tapi kemudian aku berpikir kembali, "KALAU AKU MATI, YANG NERUSIN KULIAH KEDOKTERAN AKU SIAPA? TERUS SIAPA YANG AKAN JAGAIN MAMAKU?".
Untuk sekerang aku mendapatkan apa yang aku mau. FAKULTAS KEDOKTERAN. Ok lah untuk ajang "PAMER" kesaudara-saudara atau teman-teman SMA yang sering nge-bully aku dulu. Tapi setelah ini aku mau apa? Aku harus apa? Apa yang sepatutnya aku lakuin? I don't know what should I do.
Seketika aja gitu gairah belajar aku tuh hilang, lenyap, menguap, menyublim, (ah, whatever!) aku gak tau apa yang aku mau selanjutnya. Terlalu sulit untuk maju, namun sudah terlambat untuk mundur. Kesulitan aku untuk maju, salah satu dikarenakan "BIAYA". Kedua "MOTIVASI". Disaat-saat seperti ini aku butuhin sosok seorang ibu yang bisa membuka gairah belajarku, namun seketika dia menghilang. Padahal 1minggu lagi aku ada ujian Blok 1 di kampus. Harus apakah aku? Belajar? yah aku tau harus itu yang aku lakuin, tapi "GAIRAH" itu sudah lama hilang. Aku gak tau kenapa tapi itu yang aku rasain.
Aku hanya ingin 1alasan aja untuk aku bisa bergairah lagi ngejalanin kuliah, dan segera mendapatkan gelar "dr." itu. 1 alasan aja mengapa aku harus bisa mendapatkan "JAS PUTIH" itu? 1 alasan aja kenapa aku harus bertahan memperjuangkan kuliahku ini? 1 alasan aja untuk apa dan siapa aku harus bangkit? I don't know. I need just 1reason. :(
Lokasi:
Medan, North Sumatra, Indonesia
Kamis, 22 Agustus 2013
Surat untuk Allah Bapa, dan Yesus Kristus
Tuhan...
Begitu banyak cobaan yang ku alami sekarang, aku sampai bingung apa aku harus bersyukur atau berduka? Sering kali aku mendengar saat seorang manusia yang di uji oleh Tuhan, itu pertanda bahwa Tuhan masih perhatian kepada manusia itu. Tapi kali ini, aku benar-benar bingung harus menganggap ini ujian dari-Mu atau menganggap ini karma.
Yesus...
Begitu sering pula aku mendengar bahwa Engkau takkan memberikan ujian diluar kemampuan manusia itu, tapi kenapa sekarang ini merasa seperti aku akan dihukum mati gantung. Aku juga pernah mendengar "Jadilah seperti anak panah, yang ditarik sampai hampir ke mata anak panah, namun setelah anak panah itu dilepas akan meluncur dengan hebatnya dan tepat sasaran" Sekarang aku benar-benar merasakannya Yesus, namun kapankah aku dapat meluncur dengan hebatnya dan tepat sasaran? Aku seperti ditari ulur.
Allah Bapa...
Bolehkah hamba-Mu ini bertanya? Akankah Engkau membukan jalan keluar itu bagi ku? Akankah Engkau memberikan sedikit peluang untuk merasakan hidup tanpa masalah walaupun hanya semenit? Akankah Engkau mengulurkan tangan pengasihan-Mu kali ini pada ku? Akankah Engkau mau merangkul, memelukku, mengajakku terbang me benuju kebahagian yang sesungguhnya itu?
Tuhan...
Kali ini aku takkan berharap terlalu banyak. Kali ini aku takkan menuntut lebih lagi. Kali ini aku takkan memohon dan menyuruh-Mu untuk melakukan semua yang aku inginkan. Kali ini, hanya kali ini aku berlutut, menyembah, dan memohon pada-Mu berikan jalan keluar yang terbaik untuk masalah mamakku, abangku, aku, kami. Hanya jalan keluar dan pertolongan-Mu yang dapat melepaskan kami dari jeratan lembah keterpurukkan kali ini Tuhan.
Bapa...
Aku mau percaya, aku mau yakin, dan aku akan selalu berserah pada-Mu, hanya Engkau. Bapa kali ini aku berseru kepada-Mu, tolonglah aku yah Bapa. Kali ini saja. Karena aku tak sanggup lagi. :(
Begitu banyak cobaan yang ku alami sekarang, aku sampai bingung apa aku harus bersyukur atau berduka? Sering kali aku mendengar saat seorang manusia yang di uji oleh Tuhan, itu pertanda bahwa Tuhan masih perhatian kepada manusia itu. Tapi kali ini, aku benar-benar bingung harus menganggap ini ujian dari-Mu atau menganggap ini karma.
Yesus...
Begitu sering pula aku mendengar bahwa Engkau takkan memberikan ujian diluar kemampuan manusia itu, tapi kenapa sekarang ini merasa seperti aku akan dihukum mati gantung. Aku juga pernah mendengar "Jadilah seperti anak panah, yang ditarik sampai hampir ke mata anak panah, namun setelah anak panah itu dilepas akan meluncur dengan hebatnya dan tepat sasaran" Sekarang aku benar-benar merasakannya Yesus, namun kapankah aku dapat meluncur dengan hebatnya dan tepat sasaran? Aku seperti ditari ulur.
Allah Bapa...
Bolehkah hamba-Mu ini bertanya? Akankah Engkau membukan jalan keluar itu bagi ku? Akankah Engkau memberikan sedikit peluang untuk merasakan hidup tanpa masalah walaupun hanya semenit? Akankah Engkau mengulurkan tangan pengasihan-Mu kali ini pada ku? Akankah Engkau mau merangkul, memelukku, mengajakku terbang me benuju kebahagian yang sesungguhnya itu?
Tuhan...
Kali ini aku takkan berharap terlalu banyak. Kali ini aku takkan menuntut lebih lagi. Kali ini aku takkan memohon dan menyuruh-Mu untuk melakukan semua yang aku inginkan. Kali ini, hanya kali ini aku berlutut, menyembah, dan memohon pada-Mu berikan jalan keluar yang terbaik untuk masalah mamakku, abangku, aku, kami. Hanya jalan keluar dan pertolongan-Mu yang dapat melepaskan kami dari jeratan lembah keterpurukkan kali ini Tuhan.
Bapa...
Aku mau percaya, aku mau yakin, dan aku akan selalu berserah pada-Mu, hanya Engkau. Bapa kali ini aku berseru kepada-Mu, tolonglah aku yah Bapa. Kali ini saja. Karena aku tak sanggup lagi. :(
Sabtu, 17 Agustus 2013
Bingung
Pertama-tama aku ingin sekali berteriak "YEAH.... AKU LULUS..."
Kemarin malam aku dapat kabar paling membahagiakan seumur hidupku, aku berhasil lulus di FK UMI. Aku berteriak, menangis, loncat-loncat, dan berdoa mengucakan terima kasih Yesus. Malam itu adalah malam paling membahagiakan.
Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama, malam ini, tepatnya tanggal 17-08-13 yang seharusnya malam membahagiakan bagi seluruh masyarakat Indonesia memperingati HUT Indonesia ke-68, namun malam ini adalah malam terburuk sepanjang kehidupanku.
Aku baru saja dapat kabar ternyata aku lulus di FK UMI sebagai cadangan, bukan resmi mahasiswi baru. Bagaikan terbagang ke langit, terus, terus, terus naik sampai di surga, bertemu Allah Bapa, Yesus Kristus, Roh kudus, namun tiba-tiba di lempar ke neraka, di bakar, di siksa oleh Lusifer.
Aku ingin menangis tapi sudah terlalu lelah, aku ingin berteriak tapi suaraku engang bergema, aku ingin lari tapi kaki tak sanggup lagi untuk berdiri.
Apa yang harus aku lakukan? Jika aku lanjut, orang tua ku akan kesulitan mencari dana yang lebih banyak lagi agar aku bisa benar-benar sebagai mahasiswi baru FK UMI 2013, namun jika aku melepaskannya, itu sama aja aku membuang tumpukan emas batangan 100kg dan lebih memilih kotoran hewan.
Melepaskan atau melanjutkan? Sesak aku memikirkannya. Seluruh keluarga besar mengucilkanku dan mengatakan agar aku tak mengambil kedokteran karena akan menyusahkan orang tuaku, namun orang tua ku selalu di sampingku memberi dukungan, sampai sahabat terdekatku pun melarangku, namun orang tua ku tetap setia menyemangatiku. Namun sekarang aku baru sadar, aku benar-benar tak bisa hanya memikirkan cita-cita masa kecilku, aku juga harus melihat situasi orang tuaku.
Aku kembali teringat dengan cerita pendek yang pernah aku karang sewaktu perlombaan HUT Indonesia 2011 di sekolah, aku mengarang cerita perjuangan seseorang yang misikin yang memiliki cita-cita menjadi dokter, aku menggambarkan dia yang pintar dan jenius namun gagal masuk Fakultas Kedokteran di Perguruan Tinggi Negeri karena dia tak sanggup memberikan uang sogok pada dosen-dosen di Universitas itu, cerita yang ku karang itu kini terjadi padaku, namun dengan versi yang lebih sakit. Aku lulus di FK UMI, namun status sebagai cadangan itu rasanya seperti di gantung.
Harus lanjutkah aku atau berhenti dan tak akan pernah berpikiran dan mengharapkan bisa memakai Jas Putih dan memiliki julukan "DOKTER"? Aku bingung :'(
Kemarin malam aku dapat kabar paling membahagiakan seumur hidupku, aku berhasil lulus di FK UMI. Aku berteriak, menangis, loncat-loncat, dan berdoa mengucakan terima kasih Yesus. Malam itu adalah malam paling membahagiakan.
Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama, malam ini, tepatnya tanggal 17-08-13 yang seharusnya malam membahagiakan bagi seluruh masyarakat Indonesia memperingati HUT Indonesia ke-68, namun malam ini adalah malam terburuk sepanjang kehidupanku.
Aku baru saja dapat kabar ternyata aku lulus di FK UMI sebagai cadangan, bukan resmi mahasiswi baru. Bagaikan terbagang ke langit, terus, terus, terus naik sampai di surga, bertemu Allah Bapa, Yesus Kristus, Roh kudus, namun tiba-tiba di lempar ke neraka, di bakar, di siksa oleh Lusifer.
Aku ingin menangis tapi sudah terlalu lelah, aku ingin berteriak tapi suaraku engang bergema, aku ingin lari tapi kaki tak sanggup lagi untuk berdiri.
Apa yang harus aku lakukan? Jika aku lanjut, orang tua ku akan kesulitan mencari dana yang lebih banyak lagi agar aku bisa benar-benar sebagai mahasiswi baru FK UMI 2013, namun jika aku melepaskannya, itu sama aja aku membuang tumpukan emas batangan 100kg dan lebih memilih kotoran hewan.
Melepaskan atau melanjutkan? Sesak aku memikirkannya. Seluruh keluarga besar mengucilkanku dan mengatakan agar aku tak mengambil kedokteran karena akan menyusahkan orang tuaku, namun orang tua ku selalu di sampingku memberi dukungan, sampai sahabat terdekatku pun melarangku, namun orang tua ku tetap setia menyemangatiku. Namun sekarang aku baru sadar, aku benar-benar tak bisa hanya memikirkan cita-cita masa kecilku, aku juga harus melihat situasi orang tuaku.
Aku kembali teringat dengan cerita pendek yang pernah aku karang sewaktu perlombaan HUT Indonesia 2011 di sekolah, aku mengarang cerita perjuangan seseorang yang misikin yang memiliki cita-cita menjadi dokter, aku menggambarkan dia yang pintar dan jenius namun gagal masuk Fakultas Kedokteran di Perguruan Tinggi Negeri karena dia tak sanggup memberikan uang sogok pada dosen-dosen di Universitas itu, cerita yang ku karang itu kini terjadi padaku, namun dengan versi yang lebih sakit. Aku lulus di FK UMI, namun status sebagai cadangan itu rasanya seperti di gantung.
Harus lanjutkah aku atau berhenti dan tak akan pernah berpikiran dan mengharapkan bisa memakai Jas Putih dan memiliki julukan "DOKTER"? Aku bingung :'(
Kamis, 11 Juli 2013
SEMANGAT!
Terpuruk!
Siapa yang pernah merasakan hal itu? Semua manusia pasti pernah mengalaminya, tak terkecuali aku. Yah, aku. Aku mengalami terpuruk pertama kali saat aku kehilangan bapakku yang telah di panggil oleh-Nya. Namun semenjak aku SMP aku mulai bangkit lagi. Terpuruk itu tak hanya sampai di situ saja menghantui hidupku, dia datang kembali tanpa aku mengundangnya di saat aku percaya dan yakin bahwa aku takkan terpuruk saat itu. Namun Tuhan dan takdir berkata lain. Aku harus mengalami terpuruk itu untuk kedua kali nya di saat aku melihat pengumuman SBMPTN 2013, aku melihat kalimat yang sederhana namun sangat menyayat hatiku, melumpuhkan otak ku di saat itu juga.
Namun siapa yang tau rencana Tuhan? No one. Sehari setelah insiden terpuruk itu, aku melihat video "Father's little letter". Video yang sukses menguras air mataku, yang mampu membuka mata hatiku, yang dapat menyadarkanku Tuhan punya rencana sempurna untuk lebih dari harapanku. Entah kenapa dan bagaimana aku membuka video itu, tapi aku yakin itu jalan Tuhan. Tuhan gak ingin aku jalan jalur. Tuhan menginginkanku pulang ke jalan-Nya. Tuhan mengasihiku. Dia adalah Allah Bapa ku yang sesungguhnya. :)
Dan hari ini, saat ini, aku hanya dapat berharap suatu saat Bapa akan memberikan rancangan sempurna-Nya itu kepada ku setelah aku siap untuk menerimanya. Father knows best for me :) And I only believe it. Bapa akan selalu memberikan yang lebih kepada ku, kau, kita semua anak-anak yang percaya akan keagungan-Nya, kedahsyatan-Nya, kuasa-Nya, dan Mujizat-Nya.
Gagal itu hal bisa, bukan akhir segalanya. that's right? Sampai kapan pun aku gak akan mau lagi give up. because I believe God'll always bless me :) He loves me. He'll always stay to acompanny me :)
Siapa yang pernah merasakan hal itu? Semua manusia pasti pernah mengalaminya, tak terkecuali aku. Yah, aku. Aku mengalami terpuruk pertama kali saat aku kehilangan bapakku yang telah di panggil oleh-Nya. Namun semenjak aku SMP aku mulai bangkit lagi. Terpuruk itu tak hanya sampai di situ saja menghantui hidupku, dia datang kembali tanpa aku mengundangnya di saat aku percaya dan yakin bahwa aku takkan terpuruk saat itu. Namun Tuhan dan takdir berkata lain. Aku harus mengalami terpuruk itu untuk kedua kali nya di saat aku melihat pengumuman SBMPTN 2013, aku melihat kalimat yang sederhana namun sangat menyayat hatiku, melumpuhkan otak ku di saat itu juga.
Namun siapa yang tau rencana Tuhan? No one. Sehari setelah insiden terpuruk itu, aku melihat video "Father's little letter". Video yang sukses menguras air mataku, yang mampu membuka mata hatiku, yang dapat menyadarkanku Tuhan punya rencana sempurna untuk lebih dari harapanku. Entah kenapa dan bagaimana aku membuka video itu, tapi aku yakin itu jalan Tuhan. Tuhan gak ingin aku jalan jalur. Tuhan menginginkanku pulang ke jalan-Nya. Tuhan mengasihiku. Dia adalah Allah Bapa ku yang sesungguhnya. :)
Dan hari ini, saat ini, aku hanya dapat berharap suatu saat Bapa akan memberikan rancangan sempurna-Nya itu kepada ku setelah aku siap untuk menerimanya. Father knows best for me :) And I only believe it. Bapa akan selalu memberikan yang lebih kepada ku, kau, kita semua anak-anak yang percaya akan keagungan-Nya, kedahsyatan-Nya, kuasa-Nya, dan Mujizat-Nya.
Gagal itu hal bisa, bukan akhir segalanya. that's right? Sampai kapan pun aku gak akan mau lagi give up. because I believe God'll always bless me :) He loves me. He'll always stay to acompanny me :)
Senin, 08 Juli 2013
Kekecewaan
Aku GAGAL!
Aku tau gak sepatutnya aku drop kayak gini, karena "Masih banyak jalan menuju Roma" pepatah itu terngiang di kepalaku, tapi bagimana kalo "Roma" nya yang gak ingin di kunjungi oleh ku? Ha.... Ribet!
Persaanku saat aku membuka web SBMPTN, tanpa ada embel-embel loading, langsung muncul "Maaf ..... *blablabla*" Perasaan dingin yang pernah aku rasain saat aku kehilangan bapakku muncul lagi menerpaku.
Saat dulu aku menanyakan kondisi bapakku ke mamakku lewat telepon, "Mak, bapak kapan bisa pulang dari rumah sakit?", lalu mamakku menjawab " Besok nang, bapak uda sehat.". Namun 5 menit kemudian mamakku nelpon untuk mengabarkan meninggalnya bapakku. Rasa dingin saat itu yang menyeruak, rasa dingin yang teramat dalam sampai menusuk tulang. Rasanya Otak dan hati ku tuh uda mati, tapi hanya badanku hidup tanpa nyawa. Aku seperti di permainkan nasib. Hembusan angin menyejukan hati itu, berubah menjadi badai yang membekukan sekujur tubuh, hati, dan otak ku. Sama! Perasaan ku itu sama seperti sekarang. Namun lebih dalam. Gejala dingin, hati dan otak yang mati, di tambah perasaan yang merasa terang itu gelap dan gelap itu terang, itu adalah gejala-gejala depresi kan? Depresi awal dari Sakit Jiwa. Iya aku tau, aku pernah di vonis kayak gitu kok saat bapakku meninggal.
Saat dulu aku menanyakan kondisi bapakku ke mamakku lewat telepon, "Mak, bapak kapan bisa pulang dari rumah sakit?", lalu mamakku menjawab " Besok nang, bapak uda sehat.". Namun 5 menit kemudian mamakku nelpon untuk mengabarkan meninggalnya bapakku. Rasa dingin saat itu yang menyeruak, rasa dingin yang teramat dalam sampai menusuk tulang. Rasanya Otak dan hati ku tuh uda mati, tapi hanya badanku hidup tanpa nyawa. Aku seperti di permainkan nasib. Hembusan angin menyejukan hati itu, berubah menjadi badai yang membekukan sekujur tubuh, hati, dan otak ku. Sama! Perasaan ku itu sama seperti sekarang. Namun lebih dalam. Gejala dingin, hati dan otak yang mati, di tambah perasaan yang merasa terang itu gelap dan gelap itu terang, itu adalah gejala-gejala depresi kan? Depresi awal dari Sakit Jiwa. Iya aku tau, aku pernah di vonis kayak gitu kok saat bapakku meninggal.
Rasa sakit yang hampir membuat nafas ku berhenti kayak tadi tuh, rasanya luar biasa hebat untuk membunuh Superman sekali pun, tapi kenapa aku tetap hidup yah?
Seharusnya malam ini jadi malam paling bahagia di hidupku, di sepanjang hidupku. Aku hidup hanya untuk mewujudkan Harapan Terbesar ku itu, tapi malam ini adalah waktu dimana aku harus mengubur impianku. Seharusnya malam ini malam paling berharga, karena aku bisa mengukir senyum terindah di wajah alm. bapak, mamakku, dan abangku, tapi ternyata aku lah yang paling kencang menangis!
Apa aku bisa numbuhin lagi kepercayaan ku? Itu aja pertanyaanku sekarang, karena hidup tanpa kepercayaan itu sama dengan Mati! Kepercayaanku uda hancur berkeping-keping, aku sanggup ngumpulin serpihannya, dan menyusunnya dan mengelem nya agar menjadi utuh lagi? Aku ragu.
Tapi selalu ada yang pertamakan? Kepercayaanku hancur bukan ini yang pertama kalinya. Pertama kali kepercayaanku hancur saat bapak ku meninggal, tapi aku berusaha bangkit dan mau percaya lagi bahwa aku bisa lulus SBM, tapi disaat itu juga kepercayaanku hancur untuk kedua kalinya.
Ah tapi, Kalo aku terpuruk begini terus, mamakku mau makan apa di hari Tua nya? Cuma aku harapan satu-satu nya, harapan terbesarnya. Aku gak mungkin membiarkan harapan terbesar mamakku hancur hanya karena harapan terbesar ku hancur sekarang. Ok! Fix. I'll try. I must try! If I give up now, I cant be a successpeople! If I dont try now, I cant be a doctor. I must try again. :)
Minggu, 23 Juni 2013
First Love :)
Pernah merasakan yang namanya Cinta Pertama? So pasti dong yah. Di dunia ini selalu ada yang namanya Pertama, dan juga yang Terakhir. Sebenarnya aku hanya mau berbagi sedikit kisahku aja di sini, sekedar curhat. :)
Menurut kalian Cinta Pertama itu apasih? Cinta bohong-bohongan kah? Atau CiMon? hmm... Kalo menurut aku sih, Cinta Pertama itu, perasaan dimana seseorang menyadari bahwa hatinya itu tidak bebas lagi untuk pertama kalinya. Tidak bebas yang aku maksud disini bukan bermakna negatif yah. Tidak bebas untuk mencintai atau menyayangi orang lain, karena kamu telah menemukan tambatan hati yang kamu rasakan untuk pertama kalinya. Perasaan yang dimana untuk pertama kalinya mengajari kamu untuk mencintai orang lain selain orang tua, saudara, bahkan diri kamu sendiri.
Itu sedikit makna Cinta Pertama dariku. Namun disini aku bukan menulis untuk memaparkan makna cinta pertama itu sendiri. Aku ingin menanyakan, apakah kamu-kamu pernah bertemu kembali dengan sang Cinta Pertama kamu itu setelah bertahun-tahun tidak pernah bertemu, tidak pernah berhubungan? Dan apakah perasaan Cinta mu yang telah bertahun-tahun terkubur itu bisa bangkit lagi dari kuburannya dan meluap keluar dan kamu hampir tak sanggup lagi untuk membendungnya? Apakah yang akan kamu lakukan saat pertama kali lagi bertemu dengan nya setelah lama tak bertemu lagi?
So pasti kamu akan merasakan perasaan yang meletup-letup bagaikan a firework saat tahun baru. yah kan? Yah seperti yang aku rasakan juga pada saat aku bertemu lagi dengannya pertama kali lagi. Senang! Seperti melihat sinar mentari nan cerah pagi hari. Seperti saat memakan Ice cream coklat yang ternikmat di seluruh dunia :)
Namun pernah kah kamu merasakan saat kamu menghirup oksigen yang paling bersih dan pada saat itu juga kamu menghirup dan memasukan karbondiaoksida ke dalam paru-paru mu. Rasa sesak, sakit, dan perih :( Pada saat kamu merasakan lentera kebahagian di kegelapan kesedihanmu pada saat itu juga kamu dijatuhkan ke juarang kesesakan yang paling dalam.
Saat kamu berpikir ada harapan baru yang di tuangkan ke hatimu pada saat itu juga harapan itu musnah. Kamu berpikir kamu bisa dekat, bahkan lebih dekat lagi dengannya jauh lebih intim dari pertama kali kamu mengenalnya dulu, pada saat itu juga kamu mengetahui dia mencintai orang lain. Apakah yang akan kamu lakukan? Bingung? Pasti. Kecewa? Pasti. Sedih dan Sakit? Pasti! Namun bagaimanapun kamu tak akan bisa berbuat apapun. Hanya dapat berpasrah. Yah hanya itu yang dapat kita lakukan. :(
Menurut kalian Cinta Pertama itu apasih? Cinta bohong-bohongan kah? Atau CiMon? hmm... Kalo menurut aku sih, Cinta Pertama itu, perasaan dimana seseorang menyadari bahwa hatinya itu tidak bebas lagi untuk pertama kalinya. Tidak bebas yang aku maksud disini bukan bermakna negatif yah. Tidak bebas untuk mencintai atau menyayangi orang lain, karena kamu telah menemukan tambatan hati yang kamu rasakan untuk pertama kalinya. Perasaan yang dimana untuk pertama kalinya mengajari kamu untuk mencintai orang lain selain orang tua, saudara, bahkan diri kamu sendiri.
Itu sedikit makna Cinta Pertama dariku. Namun disini aku bukan menulis untuk memaparkan makna cinta pertama itu sendiri. Aku ingin menanyakan, apakah kamu-kamu pernah bertemu kembali dengan sang Cinta Pertama kamu itu setelah bertahun-tahun tidak pernah bertemu, tidak pernah berhubungan? Dan apakah perasaan Cinta mu yang telah bertahun-tahun terkubur itu bisa bangkit lagi dari kuburannya dan meluap keluar dan kamu hampir tak sanggup lagi untuk membendungnya? Apakah yang akan kamu lakukan saat pertama kali lagi bertemu dengan nya setelah lama tak bertemu lagi?
So pasti kamu akan merasakan perasaan yang meletup-letup bagaikan a firework saat tahun baru. yah kan? Yah seperti yang aku rasakan juga pada saat aku bertemu lagi dengannya pertama kali lagi. Senang! Seperti melihat sinar mentari nan cerah pagi hari. Seperti saat memakan Ice cream coklat yang ternikmat di seluruh dunia :)
Namun pernah kah kamu merasakan saat kamu menghirup oksigen yang paling bersih dan pada saat itu juga kamu menghirup dan memasukan karbondiaoksida ke dalam paru-paru mu. Rasa sesak, sakit, dan perih :( Pada saat kamu merasakan lentera kebahagian di kegelapan kesedihanmu pada saat itu juga kamu dijatuhkan ke juarang kesesakan yang paling dalam.
Saat kamu berpikir ada harapan baru yang di tuangkan ke hatimu pada saat itu juga harapan itu musnah. Kamu berpikir kamu bisa dekat, bahkan lebih dekat lagi dengannya jauh lebih intim dari pertama kali kamu mengenalnya dulu, pada saat itu juga kamu mengetahui dia mencintai orang lain. Apakah yang akan kamu lakukan? Bingung? Pasti. Kecewa? Pasti. Sedih dan Sakit? Pasti! Namun bagaimanapun kamu tak akan bisa berbuat apapun. Hanya dapat berpasrah. Yah hanya itu yang dapat kita lakukan. :(
Rabu, 12 Juni 2013
My Ambition
I wanna tell you about something which sprag in my heart. Something about my dream, my ambition, my life, my aspiration.
I wanna be a Doctor, but why it's so difficult? I had had a promise in my self, I must be a Doctor in order to make my mom happy. And until now I still want it. Maybe I'm arrogant, but I cant deceive my self, I really really wanna be a Doctor. I just can surrender all of thing to my God. I just hope it can be realized so that I can make my Mom smile because me. :)
My exam only five days again, I was very nervous. Oh God, I only can ask for strength, success, and peace. God please accompany me :)
I wanna be a Doctor, but why it's so difficult? I had had a promise in my self, I must be a Doctor in order to make my mom happy. And until now I still want it. Maybe I'm arrogant, but I cant deceive my self, I really really wanna be a Doctor. I just can surrender all of thing to my God. I just hope it can be realized so that I can make my Mom smile because me. :)
My exam only five days again, I was very nervous. Oh God, I only can ask for strength, success, and peace. God please accompany me :)
Senin, 29 April 2013
Curhatan Hati part 1
Jujur sebenarnya aku juga bingung mau nulis apaan di sini, udah kehabisan kata kata. emm... mungkin aku akan nulis pengalaman, atau lebih tepatnya masalah pribadi ku di sini lah yah, ini kan udah seperti diary elektrik buat aku. :) kita mulai aja yah, sesi curhatannya.
Aku di sini gak akan menceritakan malasah percintaan, kasih sayang, atau apalah, aku di sini ingin menceritakan tentang sahabat, eh maksudku temen, eh salah, mantan sahabat, atau mantan temen, ah atau apalah itu gak penting, aku hanya ingin menceritakan tentang dia disini.
Aku gak akan menyebutkan namanya secara langsung, inisial aja kali yah, inisialnya MR. Dulu tuh dia temen 1 kelas ku sewaktu SMA, *sebernarnya sih bisa dibilang aku ini masih SMA, karena belum menerima pengumuman kelulusan dari Kepsek* oh ok balik lagi ke MR, dia tuh, yah sempatlah jadi cowok yang aku kagumin, *eh, kagum belum berarti cintakan, cewek" 1 kelas ku juga banyak yang kagum ama dia kok, bukan cuma aku* , dia bisa dibilang lumayanlah diatas rata rata cowok standart, dia juga pintar, eh salah, super duper pintar kali yah, dia juga cool *awal jumpa*.
Selama aku kenal ama dia, dia tuh orangnya baik sih, tapi kadang nyebelin juga sih. Kadang bisa baik banget, tapi dalam waktu 2 detik doang, bisa berubah jutek banget kayak monster. -_- gue juga bingung, apa dia punya kepribadian ganda yah? entahlah.
Tapi akhir akhir ini dia membuat lautan api emosi ku yang selama ini terendam es kutub utara meluap, dan dia membangunkan Naga emosi yang bisa menyemburkan api kemarahannya. Dia sudah benar benar membuatku jengkel, marah, emosi, meledak.
Yah yah aku itu salah ku, aku sering banget ngeupdate status di Facebook, and di group kelas kami yang ada di Facebook, and membuat banyak banget notif. Aku tau aku salah, gak bisa memberikan ketenangan buat temen" ku di Facebook. Tapi aku begitukan karena aku punya masalah dirumah, yang gak mungkin aku ceritakan pada orang lain, termasuk sahabat ku sendiri, mereka gak akan mengerti, and gak akan pernah bisa mengerti situasi yang aku alami, aku depresi, aku terpukul, aku drop, down, aku nyaris kehilangan kendali otak ku sendiri, maka dari itu aku melampiaskannya ke group kelas kami yang ada di Facebook, aku ingin ada orang yang bisa menghibur aku, ngajak aku chatting di Facebook, agar aku bisa sejenak saja melupakan masalahku, hanya sejenak, aku hanya butuh teman, aku hanya perlu and butuh diperhatikan, itu aja. Aku gak tau harus curhat ke siapa lagi, aku selalu merasa sendiri, di tengah" keramaian pun aku merasa sendiri, aku muak memendam masalah ku sendiri, tapi aku gak punya tempat untuk meluapkan semuanya.
Tapi hanya karena si MR itu melihat hanya dari 1 titik doang, yaitu dari sudut pandangnya dia, tanpa bisa, tanpa tau apa yang aku rasain, dia langsung ngejudge aku. Dia langsung seolah olah mengolok aku dari kata katanya yang skeptis, dingin, and menusuk. Dia menyudutkan aku, di depan semua temen" 1 kelas ku. Semua ketidaknyamanan itu dilimpahkan ke aku. Tapi apakah dia tau, apakah dia bisa mengerti apa yang aku rasakan? Gak! Dia gak akan pernah tau, karena apa? Karena dia gak pernah rasain apa yang aku rasain saat ini, aku hampir Gila! Gak tau mau apa lagi, merasa kehilangan, tapi gak ada yang hilang, aku merasa tersakiti, tapi gak ada yang menyakiti, ingin marah, gak tau mau pada siapa, ingin teriak, ingin menangis, ingin tertawa, sulit di ungkapin dengan kata kata, tapi dia hanya bisa menyalahkanku tanpa menanya baik baik, kenapa aku bisa seperti itu.
Tapi sudahlah, nasi telah jadi bubur yang di jual Tukang Bubur Naik Haji. Gak selamanya temen harus jadi temenkan? Buktinya kami. Heranlah, udah pisah gini, masih aja musuhan. -_- Tapi yah sudahlah, biarlah waktu yang akan menjawab kelanjutannya :) Berserah pada Tuhan aja deh, Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, kalo gak ada juga jalan keluarnya, yah loncatin aja :)
Sekian curhatan aku untuk malam kelabu ini :)
Label:
curhat,
persahabatan
Lokasi:
Pematang Siantar, Indonesia
Senin, 31 Desember 2012
Cerita di Malam Tahun Baru
Detik tlah berlalu, Menit juga tlah berubah, Jam, hari, bulan, dan sekarang tahun pun berganti. Setiap kali ku bernapas, setiap kali ku menatap langit, setiap kali jantungku berdetak semuanya masih berdosa, setiap darah yang mengalir dalam tubuhku masih menyimpan dendam di dalam setiap sel keping darahku.
Dendam yang mulai dari aku kecil sampai aku tlah dewasa sekarang. Dendam yang tlah berubah dari benih kecil kini tlah menjadi seluas semesta jagad raya yang melubangi hati ku. Dendam yang ku pendam mulai aku kecil. Kenangan gelap yang selalu menghantui tiap tidur lelap ku di malam hari. Dendam ku pada saudaraku, abang ku.
Setiap kali aku ingin memusnakan sarang dendam ku ini sampai ke akar, di saat itu juga lubangnya makin menganga di dalam hati ku. Aku putus asa, sampai akhirnya aku memutuskan untuk tetap memeliharanya berada di dalam situ.
Tiap tahun berganti aku masih tetap seperti itu. Dapat di bilang aku takut untuk gagal, maka dari itu aku terobsesi untuk bisa maju, maju, dan maju tanpa memperdulikan masa lalu ku yang kelam. Namun sampailah aku pada titik gelap yang tanpa tahu arah, aku berhenti dipersimpangan hidupku, aku ingin maju tapi takut gagal, akhirnya aku memilih mundur kembali ke masa lalu yang kelam yang masih menyimpan seonggok dendam yang membara.
Aku ingin meredam amarahku, aku ingin melupakannya. Namun sekali lagi ku katakan aku tak ingin gagal, aku tak ingin menjadi perempuan cengeng lagi, hati yang selama ini ku bangun yang ku ciptakan sendiri adalah hati yang dingin, tanpa rasa, MATI. Jika aku berani untuk membongkar benteng pertahananku itu hanya untuk melupakan dan memaafkan semuanya, aku takut akan terpuruk lagi, aku takut jatuh lagi, aku takut gagal.
Sampai aku menginjak umur 17 tahun ku yang berarti bagi ku, pertanyaannya: apakah yang akan ku lakukan di umur ku ke 17? Maju terus tanpa memperdulikan luka lama ku yang mungkin sudah bernanah tanpa menyembuhkannya, atau kembali ke masa lalu untuk sementara agar dapat menutup rapat luka itu? Bingung, ragu hanya itu yang aku rasakan.
Sampai akhirnya di malam tahun baru dari tahun 2012 menuju tahun 2013 ini aku mulai berpikir, apakah yang akan kulakukan ditahun 2013, 2014, 2015 dan seterusnya? Apakah hanya memikirkan kesuksesanku sendiri tanpa memikirkan hubungan persaudaraanku yang jelas jelas tlah lama rusak? Apakah hanya memikirkan bagaimana cara agar bisa ke New York City berkat kesuksesanku? Apakah hanya memikirkan kebahagiaan mamakku, aku, dan adik angkat ku sendiri, tanpa memperdulikan hubungan ku dengan saudara kandungku, abangku sendiri?
Sampai satu message , hanya satu message, yang masuk ke handphone ku tepat pukul 01.00. Message from my brother. Hanya dengan kalimat yang simple, dia meminta maaf atas semuanya, atas apa yang telah dilakukannya terhadap keluargaku ini hingga bisa terpuruk begini, hanya dengan kalimat 'For my sister: >Lisan kadang tak terjaga >Janji kadang terabaikan >Hati kadang berprasangka >Sikap kadang menyakitkan. Harapan menjadi indah jika selalu ada maaf diantara kita. Untuk merayakan hari yang indah ini marilah kita saling memaafkan. "HAPPY NEW YEAR 2013" from: your brother' Hanya dengan kalimat ini, hanya dengan ini dapat mematahkan dendam ku yang selama 8 tahun ku pendam sejak kematian papaku. Dan sekarang aku tersedar kesalahan ku lah yang paling besar, dengan aku menyimpan dendam yang selama 8 tahun ku pendam kepada saudaraku sendiri, aku telah membunuh keluargaku sendiri. Maka aku sudah tahu langkah apakah yang akan ku lakukan di 2013 ini, tahun yang baru ini aku ingin memaafkan, mengikhlaskan, dan melupakan semua kesalahan abangku kepada ku dan kepada mamakku, aku ingin memulain hidup baru tanpa dendam, berawal dari situlah aku akan dan pasti beroleh kesuksesan yang ku inginkan. Thanks God, You give me a way to forgive my brother, and please don't let me down to the mortal sin, Lead me to live my life, clasp my hands and never release, because only You, just with You, I can see my future, and I can face the world, only trust You, I can achieve my success. Because you are my shepherd :) I Love God , Past, Present, and Forever :)
Dendam yang mulai dari aku kecil sampai aku tlah dewasa sekarang. Dendam yang tlah berubah dari benih kecil kini tlah menjadi seluas semesta jagad raya yang melubangi hati ku. Dendam yang ku pendam mulai aku kecil. Kenangan gelap yang selalu menghantui tiap tidur lelap ku di malam hari. Dendam ku pada saudaraku, abang ku.
Setiap kali aku ingin memusnakan sarang dendam ku ini sampai ke akar, di saat itu juga lubangnya makin menganga di dalam hati ku. Aku putus asa, sampai akhirnya aku memutuskan untuk tetap memeliharanya berada di dalam situ.
Tiap tahun berganti aku masih tetap seperti itu. Dapat di bilang aku takut untuk gagal, maka dari itu aku terobsesi untuk bisa maju, maju, dan maju tanpa memperdulikan masa lalu ku yang kelam. Namun sampailah aku pada titik gelap yang tanpa tahu arah, aku berhenti dipersimpangan hidupku, aku ingin maju tapi takut gagal, akhirnya aku memilih mundur kembali ke masa lalu yang kelam yang masih menyimpan seonggok dendam yang membara.
Aku ingin meredam amarahku, aku ingin melupakannya. Namun sekali lagi ku katakan aku tak ingin gagal, aku tak ingin menjadi perempuan cengeng lagi, hati yang selama ini ku bangun yang ku ciptakan sendiri adalah hati yang dingin, tanpa rasa, MATI. Jika aku berani untuk membongkar benteng pertahananku itu hanya untuk melupakan dan memaafkan semuanya, aku takut akan terpuruk lagi, aku takut jatuh lagi, aku takut gagal.
Sampai aku menginjak umur 17 tahun ku yang berarti bagi ku, pertanyaannya: apakah yang akan ku lakukan di umur ku ke 17? Maju terus tanpa memperdulikan luka lama ku yang mungkin sudah bernanah tanpa menyembuhkannya, atau kembali ke masa lalu untuk sementara agar dapat menutup rapat luka itu? Bingung, ragu hanya itu yang aku rasakan.
Sampai akhirnya di malam tahun baru dari tahun 2012 menuju tahun 2013 ini aku mulai berpikir, apakah yang akan kulakukan ditahun 2013, 2014, 2015 dan seterusnya? Apakah hanya memikirkan kesuksesanku sendiri tanpa memikirkan hubungan persaudaraanku yang jelas jelas tlah lama rusak? Apakah hanya memikirkan bagaimana cara agar bisa ke New York City berkat kesuksesanku? Apakah hanya memikirkan kebahagiaan mamakku, aku, dan adik angkat ku sendiri, tanpa memperdulikan hubungan ku dengan saudara kandungku, abangku sendiri?
Sampai satu message , hanya satu message, yang masuk ke handphone ku tepat pukul 01.00. Message from my brother. Hanya dengan kalimat yang simple, dia meminta maaf atas semuanya, atas apa yang telah dilakukannya terhadap keluargaku ini hingga bisa terpuruk begini, hanya dengan kalimat 'For my sister: >Lisan kadang tak terjaga >Janji kadang terabaikan >Hati kadang berprasangka >Sikap kadang menyakitkan. Harapan menjadi indah jika selalu ada maaf diantara kita. Untuk merayakan hari yang indah ini marilah kita saling memaafkan. "HAPPY NEW YEAR 2013" from: your brother' Hanya dengan kalimat ini, hanya dengan ini dapat mematahkan dendam ku yang selama 8 tahun ku pendam sejak kematian papaku. Dan sekarang aku tersedar kesalahan ku lah yang paling besar, dengan aku menyimpan dendam yang selama 8 tahun ku pendam kepada saudaraku sendiri, aku telah membunuh keluargaku sendiri. Maka aku sudah tahu langkah apakah yang akan ku lakukan di 2013 ini, tahun yang baru ini aku ingin memaafkan, mengikhlaskan, dan melupakan semua kesalahan abangku kepada ku dan kepada mamakku, aku ingin memulain hidup baru tanpa dendam, berawal dari situlah aku akan dan pasti beroleh kesuksesan yang ku inginkan. Thanks God, You give me a way to forgive my brother, and please don't let me down to the mortal sin, Lead me to live my life, clasp my hands and never release, because only You, just with You, I can see my future, and I can face the world, only trust You, I can achieve my success. Because you are my shepherd :) I Love God , Past, Present, and Forever :)
Label:
curhat
Lokasi:
Pematangsiantar, Indonesia
Sabtu, 15 Desember 2012
I Love Harry Edward Styles :)
I confused. What should I write on my blog now? I just wanna tell you about my favorite singer. He's Harry Edward Styles. I very very love him. His face, his voice, his smile can making me melted. Oh My God. I speechless. I love Harry so much :)
This is His pictures :
This is His pictures :
Ohhhh... his lips :)
Oh My God... He's very sexy!
Ohh Harry, you're so cute :)
He's very cool <3
This is his boyband. ONE DIRCTION :)
This is his Twitter : https://twitter.com/Harry_Styles
I LOVE HARRY STYLES <3 :)
Label:
curhat,
percintaan
Lokasi:
Pematang Siantar, Indonesia
Jumat, 07 Desember 2012
Just takes sacrifice
Pengorbanan. Pengorbanan sangat dibutuh untuk mendapatkan sesuatu. Jika ingin mendapatkan sesuatu yang bersifat abadi, harus rela berkorban.
Berkorban bukan hanya untuk memperjuangkan cinta. Tapi pengorbanan juga dibutuhkan untuk memperjuangkan harapan, keinginan, dan cita-cita.
Hidup tanpa pengorbanan itu hambar. Bagaikan masakan tanpa garam. Hidup harus disertai pengorbanan. Pengorbanan waktu, pengorbanan kesenangan duniawi, pengorbanan sesuatu yang dianggap penting.
Itu pulalah yang harus aku hadapi. Sama seperti halayak yang lain, demi mencapai sesuatu yang diinginkan dengan positive, harus berkorban.
Seribu jalan menuju Roma. Beribu-ribu jalan menuju kesuksesan. Namun bedanya denganku, beribu-ribu cobaan yang akan menghadang. Dan jika aku tidak mengorbankan sesuatu yang bersifat negative didiriku, maka masa depanku akan hitam.
Hanya di perlukan pengorbanan. Just takes sacrifice
Berkorban bukan hanya untuk memperjuangkan cinta. Tapi pengorbanan juga dibutuhkan untuk memperjuangkan harapan, keinginan, dan cita-cita.
Hidup tanpa pengorbanan itu hambar. Bagaikan masakan tanpa garam. Hidup harus disertai pengorbanan. Pengorbanan waktu, pengorbanan kesenangan duniawi, pengorbanan sesuatu yang dianggap penting.
Itu pulalah yang harus aku hadapi. Sama seperti halayak yang lain, demi mencapai sesuatu yang diinginkan dengan positive, harus berkorban.
Seribu jalan menuju Roma. Beribu-ribu jalan menuju kesuksesan. Namun bedanya denganku, beribu-ribu cobaan yang akan menghadang. Dan jika aku tidak mengorbankan sesuatu yang bersifat negative didiriku, maka masa depanku akan hitam.
Hanya di perlukan pengorbanan. Just takes sacrifice
Lokasi:
Pematang Siantar, Indonesia
Senin, 03 Desember 2012
Hadir dengan Frekuensi yang Lebih Besar
Yang dapat mempertahankan suatu kerajaan adalah benteng pertahannya. Benteng pertahan bukan hanya berupa bangunan, namun juga para prajurit.
Dalam kerajaan percintaan ada juga benteng pertahanan. Benteng pertahanan yang ku gunakan saat ini bukan untuk mempertahankan cintaku, namun untuk mempertahankan aku bisa melupakannya. Mempertahankan untuk tak memikirkannya setiap saat, setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap aku bernapas. Mempertahankan untuk tak mengucapkan namanya dalam hatiku, dalam otakku, dalam keseharianku. Mempertahankan untuk tak mengingat wajahnya, tingkahnya, perkataannya, suaranya setiap kali aku berdiam diri. Mempertahankan untuk tak menyayangi dia disetiap denyut nadiku. Mempertahankan untuk mengubur perasaanku, hatiku, dan cintaku padanya.
Namun apa jadinya jika benteng pertahanan kerajaan percintaanku hancur? Yah, dia memang benar-benar hancur. Benteng pertahananku yang telah aku bangun dengan susah payah, dengan air mata, dengan darah selama 1tahun ini harus hancur seketika saat dia mulai terlihat dan masuk lagi ke kehidupanku. Semua perasaanku, semua hatiku, semua rasa sayangku, semua rasa cinta mengalir dengan deras di nadiku. Mengalir dari kepala hingga ujung kaki. Menyatu dan membengkak dihatiku. Tanpa bisa ku cegah lagi, perasaan itu muncul lagi. Muncul dengan bentuk yang baru. Muncul dengan frekuensi lebih besar tanpa bisa aku cegah meskipun aku tahu, aku takkan bisa memilikinya lagi.
Label:
curhat,
percintaan
Lokasi:
Pematang Siantar, Indonesia
Senin, 19 November 2012
KETOLOLAN Atas Cintamu
Cinta itu memang indah. Memberikan hidup bagi yang sudah membutuhkan nyawa. Memberikan oksigen bagi yang sesak dalam kesunyian. Memberikan warna pada kanvas kehidupan yang tanpa warna. Memberikan cahaya bagi gelapnya jalan keterpurukan.
Namun bukan cinta namanya kalau tak memberikan kepahitan. Kesedihan. Sakit hati. Cinta dapat juga diibaratkan bagaikan silet yang menyayat-nyayat hati. Cinta juga karbondioksida saat situasinya telah diujung tanduk.
Cinta adalah segalanya. Semuanya. Segalanya yang ada di dunia. Karena cinta ada kehidupan. Namun karena cinta juga ada kematian. Cinta juga penting. Tanpa cinta tidak ada kebahagiaan. Cinta juga racun, yang dapat merusak akal sehat setiap insan.
Namun sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah adil jika karena cinta buta seseorang dapat memutuskan tali persahabatan bersama sahabatnya? Hanya karena seorang cowok, layakkah seorang cewek yang memiliki sahabat memutuskan tali persahabatan mereka karena cowok itu menyuruhnya menjauh dari sahabatnya? Cintakah itu namanya jika harus menekan perasaan pasangannya, dan menyuruh memilih antara pacarnya dan sahabatnya? Cintakah itu namanya jika hanya dengan masalah kecil dibesar-besarkan? Cintakah itu namanya jika saat masih bersama cowok itu kau harus terluka? Itu bukan cinta, hanya obsesi atas penantian sosok cowok yang kau idamkan. Itu bukan cinta yang telah membuatmu gelap mata sehingga mengabaikan segala larangan untuk kalian menyatu. Itu bukan cinta yang telah membuatmu memutuskan tali persahabatan mu dengan sahabatmu! Itu hanya KETOLOLAN!
Sabtu, 17 November 2012
Tentang Kita
Lentera ku adalah kamu
dikala aku tersesat
menjadi arah disaat jalan ku gamang
penyokong hari-hariku atas khilaf masa lalu
atas masa silam
namun, seulas senyummu bercerita
tentang ada batas di antara rasa
sungguh sepenuh hari aku mendambamu,
aku mencintaimu
percayalah usah ragu
bahwa kita punya rasa senada
seperti di setiap senja
yang bercerita tentang kita apa adanya tentang langit,
tentang pantai,
tentang warna bumi yang semestinya
karena hanya di setiap hadirmu
kembali kusimpul
setitik keyakinan
dan di sejuknya senyumanmu
ada keikhlasan yang sempurna
jangan biarkan ku kembali
ke lembah kehampaan dalam kebisuan
biarlah masa lalu membeku,
biarkan masa silam hanya tembok
dan persahabatan adalah jembatan
untuk sadari kita ada
kurajuk engkau
yakinlah rasa kita menyatu,
rasa ini nyata
dan jika mencintaimu kesalahan,
jangan ajari aku kebenarannya
biarkan dunia tahu kamu milikku
dan aku milik mu
ku ingin hanya dirimu ada di setiap langkah hidupku
mengarungi semestamu
dalam warna yang sudah kita miliki
menuai kehangatan di setiap kehadiranmu
menjadikan cinta ini menjadi kesempurnaan
tentang kita,
separo jiwaku
aku mencintaimu...
dikala aku tersesat
menjadi arah disaat jalan ku gamang
penyokong hari-hariku atas khilaf masa lalu
atas masa silam
namun, seulas senyummu bercerita
tentang ada batas di antara rasa
sungguh sepenuh hari aku mendambamu,
aku mencintaimu
percayalah usah ragu
bahwa kita punya rasa senada
seperti di setiap senja
yang bercerita tentang kita apa adanya tentang langit,
tentang pantai,
tentang warna bumi yang semestinya
karena hanya di setiap hadirmu
kembali kusimpul
setitik keyakinan
dan di sejuknya senyumanmu
ada keikhlasan yang sempurna
jangan biarkan ku kembali
ke lembah kehampaan dalam kebisuan
biarlah masa lalu membeku,
biarkan masa silam hanya tembok
dan persahabatan adalah jembatan
untuk sadari kita ada
kurajuk engkau
yakinlah rasa kita menyatu,
rasa ini nyata
dan jika mencintaimu kesalahan,
jangan ajari aku kebenarannya
biarkan dunia tahu kamu milikku
dan aku milik mu
ku ingin hanya dirimu ada di setiap langkah hidupku
mengarungi semestamu
dalam warna yang sudah kita miliki
menuai kehangatan di setiap kehadiranmu
menjadikan cinta ini menjadi kesempurnaan
tentang kita,
separo jiwaku
aku mencintaimu...
Label:
percintaan,
puisi
Lokasi:
Pematang Siantar, Indonesia
Rabu, 31 Oktober 2012
Perbedaan = Warna
Saat malam menjelang, bumi dibagian barat sudah akan bergegas untuk menyambut sang mentari menyelimuti mereka. Saat pagi menjelang, bumi dibagian barat sudah akan bersiap untuk merebahkan badan dan mengucapkan selamat malam pada sang rembulan.
Semuanya silih berganti. Timur dan barat. Utara dan selatan. Pagi dan malam. Semuanya yang ada didunia ini memiliki perbedaan. Namun bisakah kita memisahkan perbedaan itu?
Layaknya lebah dan bunga. Seperti gula dan semut. Bagaikan amplop dan perangko. Semuanya saling melengkapi dan membutuhkan meskipun berbeda.
Namun mengapakah perbedaan yang ada di diri manusia yang harus membatasi mereka yang ingin bersatu? Perbedaan harta. Perbedaan Kasta. Perbedaan derajat. Perbedaan agama. Perbedaan pendapat. Perbedaan fisik. Perbedaan latar belakang. Kenapa itu harus menjadi penghalang bagi sang cinta untuk bersatu?
Apakah dengan perbedaan itu cinta akan mati? Cinta yang tulus takkan mati hanya dengan perbedaan. Cinta tulus itu akan menerima segala perbedaan sebagai warna-warni yang terlukis indah di kanvas hati kedua sejoli. Tanpa perbedaan segala sesuatunya akan hambar. Bagaikan makanan tanpa garam.
Jadikan perbedaan itu bukan sebagai penghalang untuk mendapatkan sesuatu baik itu cinta, cita-cita, atau apa pun itu. Tapi jadikanlah perbedaan itu sebagai seperti insulin yang semakin mendorong untuk kita semakin dekat dengan apa yang kita mau selagi itu positif. Karena perbedaan itu adalah warna :)
Selasa, 18 September 2012
Malam Berkabung
Malam berkabung. Berkabung bukan berarti aku kehilangan seseorang karena meninggal. Berkabung ku karena aku kehilangan mu. Berkabung ku karena aku kehilangan tempat hatiku. Berkabung ku karena aku kehilangan hati mu. Berkabung ku karena kau. Berkabung ku karena dirimu.
Kehilangan perhatianmu. Kehilangan pandanganmu. Kehilangan tawamu. Kehilangan senyumanmu. Kehilangan rayuanmu yang selalu sukses membuat ku melambung tinggi ke angkasa. Kehilangan hati mu. Kehilangan cintamu.
Dapatkah sesungguhnya ini ku sebut kehilangan? Dapatkah sesungguhnya ini ku katakan berkabung? Yang pada kenyataannya perhatian mu, pandanangan mu, tawamu, senyumanmu, rayuanmu, hati mu, bahkan cintamu hanyalah harapan ku saja. Hanya hidup di dunia khayalanku saja, hanya terwujud di imajinasiku saja, hanya nyata di dunia fatamorgana yang ku buat sendiri di pikiranku.
Perhatianmu, pandanganmu, tawamu, senyumanmu, rayuanmu, hatimu, bahkan cintamu, semuanya yang ada padamu hanyalah semu. Aku hanya bisa mengharapkan mu bersama ku dalam mimpiku saja. Namun nyatanya aku hanya menanti bayangan mu saja.
Harapan yang selalu kau berikan itu pun hanyalah semu. Semuanya. Perhatianmu, pandanganmu, tawamu, senyumanmu, rayuanmu, hatimu, ternyata hanyalah semu. Harapan palsu belaka. You just give me the fake love. You always give and take your love, but that's just the fake love. Thank you for all. Now my decision to forget you now and forever. :(
Kehilangan perhatianmu. Kehilangan pandanganmu. Kehilangan tawamu. Kehilangan senyumanmu. Kehilangan rayuanmu yang selalu sukses membuat ku melambung tinggi ke angkasa. Kehilangan hati mu. Kehilangan cintamu.
Dapatkah sesungguhnya ini ku sebut kehilangan? Dapatkah sesungguhnya ini ku katakan berkabung? Yang pada kenyataannya perhatian mu, pandanangan mu, tawamu, senyumanmu, rayuanmu, hati mu, bahkan cintamu hanyalah harapan ku saja. Hanya hidup di dunia khayalanku saja, hanya terwujud di imajinasiku saja, hanya nyata di dunia fatamorgana yang ku buat sendiri di pikiranku.
Perhatianmu, pandanganmu, tawamu, senyumanmu, rayuanmu, hatimu, bahkan cintamu, semuanya yang ada padamu hanyalah semu. Aku hanya bisa mengharapkan mu bersama ku dalam mimpiku saja. Namun nyatanya aku hanya menanti bayangan mu saja.
Harapan yang selalu kau berikan itu pun hanyalah semu. Semuanya. Perhatianmu, pandanganmu, tawamu, senyumanmu, rayuanmu, hatimu, ternyata hanyalah semu. Harapan palsu belaka. You just give me the fake love. You always give and take your love, but that's just the fake love. Thank you for all. Now my decision to forget you now and forever. :(
Label:
cerita,
curhat,
percintaan
Lokasi:
Pematang Siantar, Indonesia
Sabtu, 25 Agustus 2012
Menghentikan Bumi
Bumi selalu berputar semua yang ada didalamnya tak dapat meyangkal fakta itu. Bahkan orang buta sekalipun mengtahuinya. Tapi mengapa hati ini ingin menghentikannya?
Bagaikan burung mungil yang terpisah dari kawanannya saat melalukan imigrasi, tak tentu arah, tak tentu tujuan. Harus kemanakah ia mengepakkan sayap-sayap mungilnya?
Seperti desiran ombak dilaut. Disaat angin bertiup kencang, ia akan menerjang bagaikan air yang menari penuh semangat diatas lantai pasir putih. Namun disaat angin berhembus lembut, ia seolah-olah berubah menjadi selendang sutra yang lembut dan halus. Dan sampai kapan aku mengikuti pola ombak tersebut?
Haruskan hidup dibumi ini mengikuti peraturan? Haruskah semuanya ini dilakukan dengan skema yang dibuat oleh alam dan manusia sebagai bonekanya? Haruskah kita manusia tetap berambisius untuk harta masadepan? Siapa yang menjamin semuanya akan sempurna jika kita memiliki meteri yang berlimpah? Kini aku telah sampai dititik kejenuhan roda kehidupanku. Aku ingin menghentikan rotasi dan revolusi bumi. Aku ingin menghentikan tiap dentingan jarum jam yang berputar. Aku ingin tetap dititik ini, meskipun aku merasa jenuh, namun inilah yang aku mau. Tak memikirkan apapun. Masa lalu, sekarang, dan masa depan sedikit demi sedikit namun pasti menghilang dari memori otak yang selama ini memenuhi otakku. Aku ingin sekali ini, kali ini saja membiarkan otakku beristirahat. Dan kalaupun ini hanya sementara, aku ingin menghentikan kehidupan agar semua manusia dapat merasakan betapa damainya menghentikan waktu dalam ekstasi pikiran yang tak kita sadari saat kita dambakan.
Lokasi:
Pematangsiantar, Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
